Bupati Najmul: Jangan Ada Lagi Anak Lombok Utara Putus Sekolah karena Ekonomi


Tanjung – Suasana  semangat mewarnai Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang mengusung tema "Anak Lombok Utara Berani Bermimpi, Berkarya dan Menginspirasi". Acara berlangsung di Alun-Alun Tioq Tata Tunaq, Tanjung, Minggu (4/10), dan dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Forkopimda KLU, Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kemasyarakatan, perwakilan Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB, Ketua TPPKK KLU Rohani Najmul Akhyar, para konselor desa, pejuang anak, NGO, Forum Anak, serta ratusan anak dari lima kecamatan — Bayan, Kayangan, Gangga, Tanjung, dan Pemenang serta  undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Bupati Najmul menegaskan pesan utama yang menjadi roh peringatan hari anak , dimana anak bukan sekadar generasi penerus, melainkan pemilik masa depan dan sumber energi moral bagi perjalanan panjang daerah.

"Anak-anak adalah pemilik masa depan sekaligus sumber energi moral bagi perjalanan panjang daerah, ketika kita berbicara tentang anak, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang wajah KLU dua puluh hingga tiga puluh tahun yang akan datang, bagaimana kita mengelola, mendidik, dan melindungi mereka hari ini, begitulah wajah Lombok Utara di masa depan," ujar Bupati.

Di hadapan anak-anak, Bupati Najmul berpesan agar mereka tidak pernah takut bercita-cita tinggi, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi selama ditempuh dengan ilmu, kerja keras, disiplin, doa, dan akhlak mulia.

"Jangan pernah merasa kecil karena berasal dari desa, justru desa adalah sekolah kehidupan yang paling jujur, disanalah kita belajar tentang ketekunan, gotong royong, kemandirian, kedekatan dengan alam, dan kedekatan dengan tuhan," pesannya.

Kepada para orang tua, Bupati Najmul mengajak untuk mengubah cara bertanya kepada anak. Tidak hanya menanyakan "mau jadi apa nanti?", tetapi juga "apa yang membuatmu bahagia? Apa yang membuatmu semangat belajar? Apa yang bisa kamu lakukan untuk membantu orang lain?"

Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong ekosistem pendidikan yang memberi ruang bagi anak untuk berolahraga, berkesenian, mengembangkan teknologi, menjaga lingkungan, dan mengenal budaya lokal, anak harus diberi kesempatan luas untuk mencoba, gagal, bangkit, dan menemukan cara yang lebih baik.

Bupati dua periode ini menyebut tingginya kasus kekerasan terhadap anak, perkawinan anak usia dini, dan anak putus sekolah masih menjadi pekerjaan rumah besar di Lombok Utara.

"Perayaan Hari Anak Nasional tidak boleh hanya menjadi panggung kegembiraan, Ia harus menjadi cermin bagi kita, anak yang mengalami kekerasan membutuhkan perlindungan, pemulihan, pendampingan, dan kesempatan untuk kembali tumbuh secara sehat," tegasnya.


Untuk itu, ia menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat yang progres pembangunannya hampir rampung, sekolah Rakyat, adalah deklarasi pemerintah  bahwa tidak boleh ada lagi anak Lombok Utara yang tidak sekolah karena alasan ekonomi.

"Tidak ada lagi anak kita yang putus sekolah karena orang tuanya tidak mampu, insyaAllah melalui Sekolah Rakyat ini semua tertangani,"katanya.

 Ini cara kita mengangkat derajat dan memutus rantai kemiskinan, bahkan orang tua siswa Sekolah Rakyat nanti juga akan mendapat perhatian khusus, termasuk perbaikan rumah dan kebutuhan dasar lainnya.


Pada momentum tersebut, Bupati menetapkan Lima Komitmen Pemerintah Kabupaten Lombok Utara Menuju Kabupaten Layak Anak, yaitu, Memperkuat pemenuhan hak anak melalui layanan pendidikan, kesehatan, sosial, administrasi kependudukan, dan ruang partisipasi anak, Memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak dengan sistem yang lebih cepat, responsif, dan manusiawi, Memperluas pencegahan perkawinan anak usia dini melalui edukasi keluarga dan kolaborasi dengan tokoh agama, tokoh adat, serta konselor desa, Memperluas ruang kreativitas anak di bidang literasi, olahraga, seni budaya, teknologi, dan kewirausahaan, Memperkuat lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak secara berkualitas dari tingkat desa hingga kabupaten.

"Terima kasih kepada Dinas Sosial, para NGO, Forum Anak, PPA, para konselor desa dan seluruh pihak yang telah mengawal tumbuh kembang anak di Lombok Utara,"tutupnya

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama