Lombok Utara, NTB – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara, I Made Kariyasa, menanggapi serius kondisi Gedung DPRD Lombok Utara yang baru akan ditempati namun telah mengalami sejumlah kerusakan.
Kerusakan tersebut di antaranya kebocoran pada bagian atap gedung serta plafon yang dilaporkan sudah jatuh. Menurut I Made Kariyasa, kondisi ini menunjukkan bahwa dari sisi kualitas, pembangunan Gedung DPRD Lombok Utara dinilai belum memuaskan.
“Kalau kita bicara kualitas, ini jelas belum sesuai harapan. Gedung baru tapi sudah bocor dan plafon jatuh. Artinya, kualitas pembangunan memang kurang baik,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah meminta agar seluruh kerusakan yang ada segera diperbaiki tanpa alasan apa pun. Menurutnya, tanggung jawab perbaikan harus segera dilakukan agar gedung dapat digunakan secara aman dan layak.
Lebih lanjut, I Made Kariyasa berharap ke depan pembangunan gedung-gedung kantor pemerintahan di Lombok Utara lebih mengutamakan kualitas, bukan hanya mengejar penyelesaian fisik semata. Hal tersebut penting agar bangunan dapat digunakan dalam jangka panjang dan tidak merugikan daerah.
“Ke depan, setiap pembangunan fisik harus benar-benar mengutamakan kualitas bangunan. Jangan sampai kejadian seperti ini terus terulang,” ujarnya.
Terkait persiapan pindah ke gedung baru, ia menyebutkan bahwa secara umum ruangan sudah siap untuk ditempati. Namun, proses perpindahan tersebut masih terkendala karena adanya sejumlah kerusakan yang harus segera ditangani terlebih dahulu.
Selain itu, I Made Kariyasa juga menyoroti penataan taman di area Gedung DPRD yang dinilai belum tertata dengan baik. Ia berharap taman tersebut dapat dibuat lebih indah dan representatif, sehingga mencerminkan wibawa lembaga legislatif.
“Penataan taman juga perlu diperhatikan. Jangan sampai terkesan seperti tempat pembuangan sampah karena tidak ditata secara maksimal,” pungkasnya.