Sumbawa Barat – Tim 9 Monitoring dan Evaluasi Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Nusa Tenggara Barat mendatangi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Sumbawa Barat dan DPC PKB Sumbawa Besar dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi kinerja DPC PKB se-NTB, khususnya di wilayah Pulau Sumbawa.
Kedatangan Tim 9 disambut langsung oleh Ketua DPC PKB, jajaran Fraksi PKB, serta seluruh pengurus DPC di masing-masing kabupaten. Kegiatan ini merupakan bagian dari mandat resmi DPW PKB NTB untuk memastikan kesiapan struktur dan administrasi kepengurusan menjelang proses pembentukan kepengurusan baru masa bakti 2026–2031.
Ketua DPC PKB Kabupaten Sumbawa Barat, Sudarli, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dapat dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan berjalan sesuai rencana.
“Seluruh perlengkapan administrasi dan kepengurusan DPC sudah kami siapkan untuk diverifikasi oleh Tim Monitoring dari DPW PKB NTB,” ujar Sudarli.
Sementara itu, Ketua Koordinator Tim 9,Adamalik, menjelaskan bahwa timnya beranggotakan sembilan orang dan dirinya ditunjuk sebagai koordinator. Ia menyebutkan bahwa monitoring di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok telah diselesaikan dalam dua hari.
“Untuk Pulau Sumbawa, insya Allah dalam dua hari ini sampai besok seluruh kabupaten/kota akan kami selesaikan. Tim kami di Pulau Sumbawa dibagi menjadi dua kelompok untuk Kabupaten Sumbawa Barat dan Sumbawa Besar. Selanjutnya akan dibagi menjadi tiga tim untuk DPC Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima,” jelas Adamalik.
Ia menegaskan, kehadiran Tim 9 berdasarkan surat mandat yang dikeluarkan DPW PKB untuk melakukan monitoring serta penjaringan bakal calon Ketua DPC PKB se-Nusa Tenggara Barat.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan DPP PKB terkait petunjuk teknis pelaksanaan pembentukan kepengurusan DPC PKB masa bakti 2026–2031. Dalam petunjuk teknis tersebut, DPP menginstruksikan seluruh DPW di Indonesia untuk membentuk Tim 9 atau tim monitoring sebagai tahap awal pemetaan termasuk di NTB.
Tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) yang dibagi dalam tiga format, dimulai dengan identifikasi potensi bakal calon Ketua DPC, kemudian penetapan calon, hingga uji kelayakan dan kepatutan.
Adamalik juga menegaskan bahwa proses monitoring kinerja DPC dilakukan secara sistematis dan berbasis data.
“Kinerja DPC bisa kami cek melalui data aplikasi SMS, sementara data anggota fraksi dapat kami pantau melalui sistem SIMPEL. Jadi tidak ada ruang untuk lobi-lobi karena semua sudah terekam dalam sistem. Siapa pun yang ingin menjadi calon dipersilakan, semakin banyak calon semakin bagus untuk PKB ke depan,” tegasnya.
Melalui kegiatan monitoring dan penjaringan ini, DPW PKB NTB berharap proses regenerasi kepemimpinan di tingkat DPC dapat berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan mekanisme organisasi, guna memperkuat konsolidasi partai menghadapi agenda politik ke depan.
Tags:
headline